Beranda / Ekonomi / Pemprov Papua Pegunungan Dorong Revitalisasi Pasar Tradisional di Delapan Kabupaten  

Pemprov Papua Pegunungan Dorong Revitalisasi Pasar Tradisional di Delapan Kabupaten  

WAMENA-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Pegunungan (Papeg) melalui Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan setempat mendorong revitalisasi pasar tradisional di delapan kabupaten guna meningkatkan daya beli masyarakat.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Papeg Darmanto mengatakan revitalisasi pasar tradisional di delapan kabupaten supaya menarik masyarakat untuk datang berbelanja dengan kondisi pasar yang baik.

“Revitalisasi pasar merupakan strategi penguatan ekonomi kerakyatan dan sinkronisasi kebijakan daerah kabupaten dan provinsi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui pasar tradisional,” katanya di Wamena, Rabu (6/5) 2026.

Menurut dia, dalam revitalisasi pasat tradisional ada empat komponen utama diantaranya pilar ekonomo keraykatan, tantangan pasar tidak aktif, sinkronisasi kebijakan dan visi ekonomi inklsui.

“Berbicara mengenai pilar ekonomi kerakyatan, dimana pasar sebagai fondasi utama ekonomi lokal yang memperkuat daya beli masyarakat dan jalur distribusi bahan pokok,” ujarnya.

Dia menjelaskan sementara tantangan pasar tidak aktif ialah pemerintah daerah harus mengidentifikasi hambatan infrastruktur dan manajemen yang menghambat produktivitas ekonomi tingkat daerah.

“Pemerintah delapan kabupaten melalui organisasi perangkat daerah atau OPD teknis harus turun ke lapangan, melihat apa saja yang harus dibenahi di pasar tradisional supaya masyarakat sendiri dapat bersemangat berjualan, maupun pembeli yang datang karena kondisi pasarnya baik,” katanya.

Dia menambahkan untuk sinkronisasi kebijakan itu dilakukan koordinasi strategi antara administrasi pembangunan dan OPD teknis dalam hal ini Dinas Perindustrian dan Perdagangan untuk efisiensi program revitalisasi.

“Peningkatan pasar tradisional itu jangan dilakukan  oleh pemerintah kabupaten sendiri, tetapi koordinasi dengan pemerintah provinsi supaya saling membantu sehingga beban daerah menjadi ringan,” ujarnya.

Sementara visi ekonomi inklusi, kata dia, untuk mewujudkan ekosistem pasar modern yang nyaman berdaya saing dan memberikan manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *