WAMENA-Panglima Komando Operasi (Pangkoops)Habema Mayjen TNI Yudha Airlangga menyatakan aparat keamanan sedang berupaya mengevakuasi tiga korban kelompok kriminal bersenjata atau KKB di Yahukimo, Papua Pegunungan sedang berjalan.
“Saat ini (aparat) sedang berupaya melakukan proses evakuasi, kami berharap doanya supaya jenazah korban KKB segera ditemukan,” katanya kepada wartawan di Wamena, Kamis.
Beredar di media sosial kelompok KKB wilayah XVI Yahukimo terlihat mengeksekusi mati tiga warga sipil, seorang pria dan dua orang wanita yang merupakan orang asli Papua (OAP) yang dituduh sebagai bantuan polisi (banpol).
Menurut dia, dalam dukungan evakuasi jenazah maupun warga negara Indoensia lainnya yang terpojok akibat intimidasi KKB di wilayah Papua Pegunungan pihaknya tidak memandang suku, ras dan agama.
“Kita tidak memandang siapapun, kita berusaha untuk menyelamatkan termasuk penambang satu setengah bulan lalu kami juga berusaha untuk mengevakuasi ke tempat aman,” ujarnya.
Dia menjelaskan pasukan yang ada saat ini di Yahukimo bukan hanya dipersiapkan untuk tempur, tetapi juga melakukan evakuasi keselamatan warga negara Indonesia di daerah itu.
“Pasukan di sana (Yahukimo) tidak dipersiapkan untuk tempur saja, saat ini sedang menyiapkan untuk evakuasi keselamatan warga negara. Rakyat yang ada di Papua kami berusaha semaksimal mungkin melindungi dalam rangka menciptakan proses menuju Papua damai,” katanya.
Dia menambahkan dengan terciptanya Papua damai bisa memberikan ruang dan waktu baik melalui pendekatan keamanan maupun kesejahteraan hingga ekonomi, sosial dan budaya masyarakat dapat pulih kembali.
Caption
Pangkoops Habema Mayjen TNI Yudha Airlangga berinteraksi dengan salah seorang anak Papua yang mengalami luka di kaki saat memeriksakan kesehatan pada kegiatan karya bakti skala besar Kodam XVII/Cenderawasih yang berlangsung di Halaman Kantor Bupati Jayawijaya, Kamis (23/7) 2026.








