WAMENA-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayawijaya, Papua Pegunungan mendorong stabilitas harga bahan pokok atau bapok melalui subsidi angkos angkut.
Hal ini menyusul kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) sehingga dirasakan betul kenaikan harga barang di Kabupaten Tolikara, Papua Pegunungan.
Asisten II Bidang Ekonomi Pembangunan dan Sumber Daya Manusia Setda Kabupaten Tolikara Imanuel Gurik dalam keterangan tertulis mengatakan pihaknya memberikan solusi supaya masyarakat tidak diberatkan dengan kenaikan harga bapok di daerah setempat.
“Kenaikan harga seperti saat ini maka pemerintah harus hadir secara nyata di tengah masyarakat dengan melakukan operasi pasar untuk menjaga stabilitas harga, memberikan subsidi ongkos angkut untuk daerah terpencil serta melakukan pengawasan harga di pasar secara baik,” kata Imanuel dalam keterangan tertulis di Wamena, Senin (27/4) 2026.
Menurutnya, untuk menekan harga bapok maka infrastruktur jalan dan transportasi harus diperbaiki supaya dapat menurunkan biaya distribusi barang.
“Kita harus memperbaiki jalan dan transportasi. Infrastruktur yang baik akan menurunkan biaya distribusi barang,” ujarnya.
Imanuel menjelaskan jika infrastruktur jalan bagus dan lancar maka kendaraan bisa lebih cepat dan lebih hemat biaya.
“Dengan begitu ongkos angkut bisa ditekan dan harga barang di pasar bisa lebih stabil. Dan kita mulai menanam dan memproduksi sendiri kebutuhan pangan lokal,” katanya.
Imanuel menegaskan jangan semua keperluan pangan bergantung dari luar daerah karena akan menyulitkan perekonomian dan pangan masyarakat sendiri.
“Kita punya tanah yang subur dan tenaga kerja yang cukup. Kita bisa tanam padi, sayur, ubi, jagung dan komoditas lainnya maka mulailah untuk bertani atau berkebun,” ujarnya.
Dia berpesan kenaikan bahan bakar minyak atau BBM memang berat, tetapi masyarakat tidak boleh menyerah.
“Kita harus menjawab dengan kerja nyata, saling membantu dan tetap berpihak pada masyarakat kecil,” katanya.








