Beranda / Otonomi Khusus / Wagub Pahabol Dorong Empat program Fundamental bagi Papua ke Wapres Gibran

Wagub Pahabol Dorong Empat program Fundamental bagi Papua ke Wapres Gibran

WAMENA-Wakil Gubernur (Wagub) Papua Pegunungan Ones Pahabol mendorong empat program fundamental bagi daerah ini kepada Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka ketika melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.

“Waktu kunjungan pak wapres ke Yahukimo kami mendorong empat program utama supaya mendapatkan perhatian langsung oleh kepala negara,” katanya di Wamena pekan lalu.

Menurut dia, empat program fundamental itu diantaranya mengurangi pengangguran dan pengangkatan calon aparatur sipil negara atau CASN, harus ada 5.000 desa (kampung) adat, masyarakat asli mendapatkan kompensasi rekonsiliasi setiap bulan oleh negara Rp25 juta-Rp30 juta per keluarga dan 1.000 adat bagi kepala suku serta 1.000 rumah bagi pemuka agama di Papua Pegunungan.

“Empat program fundamental ini yang kami sampaikan ke pa wapres dan mendapatkan sambutan baik oleh beliau. Kami pikir untuk orang Papua empat hal itu sangat kecil kalau diberikan oleh negara,” ujarnya.

Dia menjelaskan anak-anak, adik-adik asli Papua Pegunungan sudah banyak yang menempuh pendidikan di perguruan tinggi di dalam maupun luar negeri tetapi kesempatan untuk mengabdi menjadi ASN sangat kurang di daerah ini.

“Kami minta kebijakan khusus dari negara supaya anak-anak dan adik-adik kami yang sudah bersekolah bisa diperhatikan oleh negara dengan memberikan mereka menjadi ASN,” katanya.

Dia menambahkan Tanah Papua diibaratkan “black box” atau kotak hitam dimana daerah ini sangat menyimpan berbagai kekayaan, keindahan alam yang sangat luar biasa bagi Republik Indonesia.

“Kotak hitam ini bisa dibuka oleh orang-orang yang punya makrifat, kesucian hati untuk dapat membangun Tanah Papua. Kami berharap empat hal fundamental ini dapat dijawab oleh negara dalam rangka meningkatkan kesejahteraan orang asli Papua,” ujarnya.

 

Caption

 

Wagub Papua Pegunungan Ones Pahabol diwawancarai wartawan di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *