WAMENA-Universitas Cenderawasih (Uncen) Jayapura, Papua melalui Pusat Studi Gender dan Anak mendorong budi daya ikan air tawar bagi jemaat di Gereja Kingmi Alberth Lewis Wamena, Kabupateb Jayawijaya, Papua Pegunungan.
Ketua Pusat Studi Gender dan Anak Uncen Jayapura Prof Vince Tebai mengatakan dukungan budi daya ikan air tawar ini sebagai bentuk dalam menjalankan tri darma perguruan tinggi.
“Tri darma perguruan tinggi diantaranya pendidikan, penelitian dan pengabdian. Dukungan budi daya dalam rangka menjalankan tri darma pengabdian bagi masyarakat,” katanya di Wamena, Jumat (8/5) 2026.
Menurut Prof Vince, pengabdian itu dengan memberi penguatan kepada warga jemaat Gereja Kingmi Alberth Lewis Wamena.
“Kami berharap dengan adanya kegiatan budi daya ikan air tawar dapat meningkatkan ekonomi keluarga,” ujarnya.
Prof Vince menjelaskan Papua Pegunungan khususnya Jayawijaya tidak memiliki laut sehingga potensi perikanan yang dapat didorong adalah budi daya ikan air tawar.
“Kami melihat Kabupaten Jayawijaya memiliki sungai Baliem, lokasi tanah yang luas masyarakat bisa dijadikan sebagai budi daya ikan air tawar secara berkelanjutan,” katanya.
Dia menambahkan tujuan dukungan ini untuk memberikan pendidikan bagi warga jemaat Gereja Kingmi Alberth Lewis Wamena supaya menjadi pelaku usaha di bidang perikanan.
“Dengan budidaya ikan air tawar, selain meningkatkan ekonomi keluarga tetapi juga dapat meningkatkan gizi keluarga di dari jemaat Gereja Kingmi Alberth Lewis Wamena,” ujarnya.
Sementara itu Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Jayawijaya Yusup Wetipo menyambut baik kegiatan yang dilakukan oleh Pusat Studi Gender dan Anak Uncen Jayapura.
“Kami berharap apa yang dilakukan oleh Uncen terus berlanjut ke depan dalam membantu peningkatan ekonomi keluarga melalui bidang perikanan air tawar,” katanya.








