WAMENA-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua pegunungan mendorong program satu orang asli Papua atau OAP daerah setempat secara akurat pada tahun 2026.
Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Papua Pegunungan menggelar lokakarya (workshop) satu data dan konsolidasi OAP Papua Pegunungan.
Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Papua Pegunungan Wasuok D Siep di Wamena, Selasa mengatakan program satu data OAP merupakan bagian dari upaya bersama untuk memperkuat tata kelola data pembangunan daerah.
“Melalui satu data yang akurat maka dapat mendukung implementasi kebijakan nasional satu data Indonesia serta memperkuat konsolidasi data OAP berbasis by name by address di Papua Pegunungan,” katanya.
Menurut dia, Papua Pegunungan merupakan provinsi yang masih muda, dan masih membangun fondasi pemerintahan, pembangunan dan masa depan masyarakat yang baik.
“Oleh karena itu, salah satu hal yang harus kami benahi sejak awal dalam membangun pemerintahan ini adalah data yang benar dan akurat, melalui pendataan OAP yang akurat,” ujarnya.
Dia menjelaskan berbicara pembangunan berkelanjutan, sesungguhnya sedang berbicara tentang bagaimana mengambil keputusan yang tepat bagi masyarakat.
“Kami menyadari bahwa keputusan yang tepat hanya dapat diperoleh dari data yang benar, akurat, mutakhir dan dapat dipercaya,” katanya.
Dia menambahkan data bukan sekadar angka-angka yang tersimpan dalam laporan atau komputer, karena dibalik setiap data terdapat manusia, keluarga, kampung dan berbagai keputusan masyarakat yang harus dilayani.
“Jika data tidak akurat, maka kebijakan dapat keliru, program pembangunan dapat salah sasaran, bantuan sosial tidak tepat penerima dan anggaran yang tersedia tidak dapat dimanfaatkan secara efektif,” ujarnya.
Oleh sebab itu, dia menyambut baik lokakarya yang berlangsung ini sebagai langkah penting untuk membangun sistem data yang terintegrasi dan menjadi rujukan bersama dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di Papua Pegunungan.








