WAMENA-Bupati Jayawijaya Atenius Murib mengimbau warga tak boleh lagi membawa alat perang dan tajam di dalam Kota Wamena guna mencegah tindak kriminalitas di daerah ini.
“Kami mengimbau kepada pemuda, tokoh-tokoh masyarakat yang masih membawa alat tajam, alat perang untuk tinggalkan di rumah karena perang sudah selesai,” katanya dalam press release di Wamena, Jumat (29/5) 2026.
Menurut dia, saat ini konflik perang antarsuku di Wamena, Kabupaten Jayawijaya sudah selesai dan jangan lagi membawa alat perang di dalam Kota Wamena.
“Perang sudah selesai, masyarakat kami minta untuk meninggalkan semua alat tajam, alat perang di rumah masing-masing,” ujarnya.
Dia mengajak seluruh elemen masyarakat baik dari tujuh kabupaten di Papua Pegunungan maupun warga dari luar Papua untuk bersama-sama mendukung kebijakan pemerintah daerah dalam mempercepat pembangunan di wilayah ini.
“Konflik sosial sudah selesai, mari bersama-sama dengan pemerintah daerah mendukung program percepatan pembangunan di Jayawijaya yang dicintai Bersama,” katanya.
Dia menambahkan rekonsiliasi pascakonflik social tengah dilakukan oleh pemerintah daerah baik provinsi maupun kabupaten serta dukungan langsung Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI.
“Rekonsiliasi perdamaian telah berlangsung dan seluruh elemen masyarakat untuk mendukung proses tersebut sehingga seluruh aktivitas dapat berjalan dengan baik di Jayawijaya,” ujarnya.
Bupati Jayawijaya Atenius Murib Bersama unsur forum koordinasi pimpinan daerah (Forkopimda) Kabupaten Jayawijaya memberikan bantuan sosial berupa beras 1 ton, mie instan 30 karton, ikan kaleng dua karton dan minyak goreng dua kerton kepada warga terdampak konflik antarsuku di Poskoh Utama Gereja GKI Elim, Kampung Logonoba, Distrik Wouma, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.








