Beranda / Hukum / Prajurit Satgas Yonif 511/DY Beli Hasil Bumi Warga Balingga Lanny Jaya  

Prajurit Satgas Yonif 511/DY Beli Hasil Bumi Warga Balingga Lanny Jaya  

WAMENA-Prajurit Satuan Tugas (Satgas) Pengamanan Perbatasan (Pamtas) Yonif 511/DY membeli hasil bumi warga Distrik Balingga, Kabupaten Lanny Jaya guna membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Danpos Balingga Satgas Pamtas Yonif 511/DY Lettu Inf Arif Jumaedi mengatakan pihaknya membeli hasil bumi warga supaya membantu meningkatkan ekonomi.

“Keperluan makan pos, kami memilih membeli dari warga di daerah penugasan supaya dapat membantu putaran ekonomi bagi pedagang di pedalaman Papua,” katanya dalam keterangan tertulis di Wamena, Senin (25/5) 2026.

Menurut dia, hubungan harmonis antara TNI dan warga di daerah penugasan terus terjalin erat. Hal ini terlihat saat sejumlah warga dari sekitar Pos, bahkan warga Distrik Brua yang jaraknya berkilo-kilo meter di seberang sungai mendatangi Pos Satgas Yonif 511/DY untuk menjual hasil kebun mereka berupa sayur-sayuran, buah-buahan dan umbi-umbian di Distrik Balingga.

“Kehadiran warga yang membawa noken berisi sayuran segar ini disambut hangat oleh prajurit Satgas TNI yang sedang berjaga. Selain membeli habis seluruh dagangan warga dengan harga yang layak atau menerima penukaran dengan bahan pokok sesuai permintaan mama-mama yang berjualan,” ujarnya.

Dia menjelaskan para prajurit Satgas Pamtas Yonif 511/DY juga memanfaatkan momen ini untuk berkomunikasi sosial dan mengecek kondisi kesehatan masyarakat secara gratis.

“Kegiatan ini merupakan bukti nyata kepercayaan masyarakat terhadap kehadiran TNI di daerah pedalaman. Kami tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga berkomitmen membantu menggerakkan roda perekonomian lokal untuk membeli hasil bumi mereka adalah cara langsung meringankan beban ekonomi masyarakat,” katanya.

Sementara itu salah satu warga yang datang ke Pos TNI Mama Lauren Tabuni mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya atas dukungan Satgas Pamtas Yonif 511/DY dalam membeli hasil bumi mereka.

“Kami merasa aman dan terbantu karena tidak perlu berjalan jauh ke pasar yang jaraknya belasan kilometer untuk menjual hasil panennya. Prajurut di sini juga dengan senang hati membantu membeli hasil bumi kami,” ujarnya.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *